Yeah, adik kecil yg gue maksud gak lain adalah adik gue sendiri. Almarhumah Zahra Karima:')
Dia lahir tanggal 14 februari 2006. 2mgg setelah lahir, Zahra dinyatakan kena penyakit jantung bawaan. Single atrium, jadi sekat serambinya itu gaada. Dan jantungnya ada di kanan.
Berbagai pengobatan udah dia jalanin. Sampai-sampai RS Jantung Harapan Kita udah seperti rumah keduanya. Tiga kali dia jalanin operasi, dan yg terakhir untuk pemasangan alat pacu jantung yang berbentuk seperti baterai.
Miris. Adek gue manusia men..... Gue gabisa bayangin seberapa sakitnya itu semua. Sedangkan gue sendiri? Apa? Pusing doang aja ampe gakuat apa-apa.
Zahra itu, anak yang sangatsangatamat sabar yg pernah gue kenal. Dokternya aja bilang begitu. Dan gue malu bgtbgtan kalo dibandingin sama dia.
Dan yang bikin gue makin haru, kata nykp, Zahra setelah dioperasi selalu senyum. Ya, selalu.
Di umurnya yg wkt itu kurang dari 2th, dia udh memastikan dia bakal jadi apa. Dokter jantung. Itulah isyaratnya setiap ditanya. Dan dia akan selalu ngangguk kalau ditanya apakah cita-citanya benar seperti itu.
Pasti jawabannya selalu dokter jantung. Tapi tidak pada hari itu.
13 februari 2008, sehari sebelum ulang tahunnya, pertama kali ia menggeleng ketika gue tanya apakah dia ingin menjadi dokter jtg atau engga.
Gue kira itu hanya kepanikan biasa. Tetapi itu adalah sebuah pertanda. Bahwa dia memang belum ditakdirkan untuk menjadi dokter jtg.
Tepat jam 12 siang, Zahra pulang ke hadapan-Nya. Sedih, nyesek, bgt. Saat itu gue lagi les, dan gue inget bgt pertanyaan no.6 dari Alm Pak Budi (guru gue waktu itu): "Apa alat yang ditemukan oleh Alexander Graham Bell":')
Dan tiba-tiba om gue dateng. Selama ini gue gak pernah dijemput kalo pulang sekolah dikarnakan rumah gue yg deket. Serasa pengen pingsan saat gue liat bendera kuning bertuliskan "Zahra Karima" disitu.
Zahra lah yang selalu memotivasi gue selama ini. Gue selalu berusaha seperti dia, yang sabar, yang ceria. Walau gue tau gue ga akan bisa sesabar dia.
Gue bertekad untuk nerusin cita-cita dia. Gue selalu berusaha senyum dibalik semua tumpukan masalah.
Disaat gue udah capek dan nyerah dari semuanya, gue yakin, Allah menyimpan sejuta rahasia indah dibalik masalah-masalah ini.
Allah menciptakan Zahra lahir di dunia, dengan semua kisahnya, mungkin karena Ia ingin memberikan contoh, model, untuk keluarga gue.
Allah menggariskan Zahra cuma ada di dunia hanya 2th, mungkin karena Dia tidak ingin membiarkan hambaNya lebih sakit lagi. Atau Ia tidak ingin membiarkan Zahra terkena dosa 1 butir pasir pun. Mungkin Ia menakdirkan Zahra untuk menjadi penolong keluarga gue di akhirat nanti.
Yeah, Allah tahu yang terbaik. Allah sudah menggariskan jalan hidup masing-masing umat dengan kebahagiaan dan pelajaran tersendiri. Dia tak akan membiarkan hambaNya menangis.
Allah Maha Adil, Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Segalanya.
Dengan hadirnya Zahra, gue lebih mengerti arti kesabaran, lebih mengerti pentingnya bersyukur. Sangat amat bersyukur dengan kehidupan gue saat ini.
Udah diberi kesempatan hidup dan sehat wal-afiat. Punya banyak teman yang amazing dan diberi kesempatan untuk menikmati masa sekolah. Diberi kesempatan untuk mengikuti aliran air mata kehidupan, dan menghadapi bebatuan dan sampah-sampah di sepanjang perjalanannya.
Alhamdulillah. Terimakasih Ya Allah untuk semuanya. Untuk semua pelajaran, kebahagiaan dan kesedihan. Doaku hari ini: Berikan aku waktu lebih lama, untuk menyelesaikan tugasku di dunia. Beribadah kepadaMu dan membahagiakan orangtuaku.
Sekian.Loveya<3
Gue suka ini nad :D -kiki
BalasHapus