Shortstory: Dilema (Part 1 of 3)

Hahahahah. Lagi-lagi aku tertawa mendengar gurauannya. Kemudian kami serius lagi. Sudah biasa, apabila kami tertawa di sela-sela keseriusan kami. Entah dia yang sedang 'koslet' atau aku. Btw, namaku Icha, 15th, kelas 1 SMA. Di sebelahku ini, namanya Lani. Sahabatku sejak SMP. Kami selalu satu kelas hingga sekarang, bahkan sebangku. Entahlah kenapa aku ga bosan sekelas, sebangku, sekelompok dengannya. Mungkin sudah cocok ya, sama-sama gila hahaha.
Bila kalian sekelas denganku, sudah menjadi hal biasa bila tawa kami meledak-ledak, bahkan dari tertawa sampai menangis. Mereka sudah mengerti keadaan kami. (Seakan aku dan Lani punya penyakit apaaa, gitu-_-)
Di kelas ini, aku menjadi wakil ketua kelas, sedangkan Lani menjadi bendaharanya. Kebetulan, teman-teman SMP kami banyak yang sekelas, jadi mereka memilih kami.
Aku dan Lani cepat beradaptasi disini. Teman-teman di kelas cepat bersosialisasi juga. Kelas kami kelas yang solid, aku bahagia berada disini. Hari-hari cepat berlalu karena dilewati dengan sukacita. Dimarahin guru pun kita pikir cuma angin sesaat, selanjutnya lanjut happy lagi!
Sebagai anak SMA, wajar kalau kami mempunyai 'gebetan' masing-masing. Untukku dan Lani, sedari dulu pasti kami mendapatkan yang sekelas. Jadi, tancap cari yang sekelas lagi. Hehe.
         Levicorpus! Hpku bunyi, tanda ada sms. Ku slide, dan tertulis "Rendy". Rendy, dia ketua kelas di kelasku sekarang. Dia juga teman SMP aku dan Lani, tapi hanya kelas 8. Memang cuma setahun, tapi aku dan Rendy cepat dekat, karna karakter kami yang 'asal jeplak'. Aku tidak bersamanya saat kelas 8, karna aku sudah dengan yang lain. Btw, Rendy sms: "Eh. Ini data-data kelas dikasih kemane? Trs kelas udah didaftar pensi blm? Blg sekretaris, jurnal beresin. Bendahara juga, buat buku kas. Sebulan 15rb"
Aku balas: "Iye, beres semua udeh. Rempong amat sms rombongan gitu haha"
Rendy balas: "Sip. Yaude. Thanks yaa cha."
Dalam hatiku berkata "Yah, kok cuma gini doang dibalasnya?"
Tapi cepat-cepat aku tepis perasaan itu. Biasanya juga gitu kok, biasa aja kali cha.-_-
        Paginya... (Sabtu)
Levicorpus! Ada sms. Rendy lagi. Isinya: "Cha! Gue pinjem catatan bio dong. Gue ga sempet catet waktu itu. Ketemu yuklah. Mau dimane?"
I: "Sok sibuk lau, gaada waktu pula:p Pengen bgt ketemu gue gak, Ren? Haha. Yaude. Cafe ujung jalan ajedah. Abis Zuhur. No ngaret. Traktir juga ya reeen :D"
R: "Traktir permen aja ye. Gampang udeh itu mah."
       Abis shalat, aku langsung menyiapkan buku yang dibutuhkan Rendy. Aku juga membawa novel untuk membaca apabila Rendy sedang mencatat. Setelah siap, ku sms Rendy. "Buruan brgkt." Lalu kunaiki motorku.
       Sesampai disana, Rendy sudah duduk dengan 2 minuman.
I: "Udah nyampe lo ren. Itu minuman buat siape?"
R: "Gue kira lo udah sampai, lay. Ya buat lo lah, siapa lagi."
I: "Kirain lo ngajak siapa lagi gitu. Nih, bukunya"
       Aku mengajarkan Rendy beberapa tentang genetika, dan selagi Rendy mencatat, aku membaca novel. Dari celah novel aku melihat Rendy.
Gatau ya, akhir-akhir ini aku jadi sering kepikiran Rendy. Kami sekarang lebih sering disuruh kemana-mana berdua untuk mengurus perlengkapan kelas. Apa pengaruh?
Huh entahlah, aku tidak mau kepikiran itu dulu. Setelah Rendy selesai, kami pulang.

Senin.
"Chaa! Anterin ke kantin yuk." kata Lani.
"Ayo." jawabku
*di jalan*
"Cha, aku mau cerita..." "Cerita aja atuh Lan, pake bilang-bilang. Kayak sama siapa aja"
"Tapi aku malu cha..." "Hahahaha. Ngapain malu Lan? Ada-ada aja kamu mah"
"Aku gatau ini perasaan apa cha. Tapi, aku ngerasa tertarik aja sama satu orang..."
"Asik! Siapa siapa? Ehem."
"Tebak deh....." "Kevin? Dimas? Putra?"
"Bukan semua cha..." "Siapa dong? 3 orang itu kan pernah kamu bilang kece Lan~"
"Itu...namanya...."
*bersambung*

Komentar