26 Desember 2016




Hari ini ulangtahun Nina. Teman sejak kelas 6, teman partner penyambut tamu bagian laboratorium SD, teman main di TP, teman SMP walaupun nggak sekelas, teman SMA dari mulai kelasnya tetanggaan sampai sekelas dua tahun, dan... teman di FKUI sampai jadi dokter nanti. Aamiin Yaa Allah, semoga Nada kuat dan tidak pindah jurusan:’).
Mau nulis wish untuk yang sedang bahagia hari ini:
Teruntuk orang yang paling kuy diajak kerja dan niat mengerjakannya, yang ter-jago nyanyi dan nari, ter-humble dengan talentanya yang segudang, terkuat pendiriannya sampai bisa mengantarkan ke tempat Nina sekarang berada, ketua acara perpisahan Emperor yang benar-benar memfasilitasi kita banget dengan segala perjuangan dan air mata, ter-pemilih :p, tersetia nih mantap betul, terrrbaik lah pokoknya,
Happy 18th birthday, Nina Bonita Hasanah.
Semoga Nina tetap menjadi Nina yang ku kenal dengan segala kebaikannya, tetap kuy (biar Nada ada temennya), tetap ceria, tetap jadi Nina yang suka cerita, tetap pintar as always, semakin sholihah, semakin sabar, semakin kuat! Semoga dilancarkan kegiatan akademis dan non akademisnya, huhu rindu belajar bersama di Pak Kasman. Tetap bersama-sama Nada sampai anak-anak kita berteman HEHEHE. Oiya, agak sedikit dibuka ya buk hatinya biar ga cuma melihat calon couple angkatan terus WKWK gadeng fokus belajar ya! Semoga segala keinginan Nina tercapai dan tetap istiqamah di jalan-Nya. Aamiin aamiin.



Jadiii surprise pertama bersama Shania, Fildza, dan Ulya dengan bantuan Mba Nadine. Laluuu setelah mereka pulang, lanjut surprise lagi bersama ciwi ciwi, tibalah saatnya gue harus menjadi penahan Nina di rumahnya. Deg-degan takut papasan, padahal tadinya beneran mau diajak ke tempat futsal (which is lebih banyak orang disana), tapi berhubung persiapannya super mendadak, jadi keulur waktunya dan nggak sempat kesana. Tapi surprisenya tetap jadi yay! Maafkan daku nina, harus berbohong bilang menunggu jihan :’). Setelah ciwi-ciwi datang bawa kue dan balon, para cowo juga datang dan menyanyi dengan sangat kentang. Kemudian kita ngobri ngobri, tawa-tiwi, membicarakan banyak hal yang menyenangkan.

Rindu, teramat sangat.
Ipa-geo benar-benar terasa seperti keluarga. Walaupun suatu kejadian hanya terjadi di satu kelas, tetapi kita bisa menertawakan bersama. Sebegitu indahnya. Gue juga merindukan “gelar-gelar” yang diberikan pada masing-masing orang. Di hari ini, ‘preman’, ‘sukro’,  ‘**** kantin’, dan masih sangat banyak sebutan lainnya yang gue rindukan, akhirnya terdengar lagi.

Kemudian kita pindah tempat ke Mcd.
Disana, 4 jam berlalu, tanpa ada gap, kekosongan, maupun keheningan. Mengobrol ngalor-ngidul.
Ini baru 9 dari 36, atau 13 dari 72. Betapa membahagiakannya jika bisa full team.. Oops, permintaan klise yang mustahil.

Makanan habis, kita melanjutkan tradisi. Ini mereka kalau baca kata ‘tradisi’ juga ke triggered nya maksud yang lain. Tapi tradisi yang gue maksud disini, ya permainan yang selalu dimainkan pas jam kosong dulu, yaituuu Werewolf!
Huhu, kangen berat sama permainan ini:’). Dan dulu, biasanya gue yang jadi moderator. Tapi sekarang gue malah lupa urutannya, ditambah lagi werewolf dan cenayangnya dengan bodohnya gue tunjuk HAHAHA. Terus juga ada role-role baru yang nggak gue kenal, ada guardian, likan (kita nyebutnya lichen, maklum didikannya bu welly), dll.
Sampai nggak kerasa maghrib tiba. Ditambah, kita sadar diri dari tadi meja kita yang paling berisik dan itu di Mcd. Semua orang seperti melirik-lirik risih HEHEHE. Yaudah, kita sholat, terus cabut. Biasanya, cabut ke rumah orang lain dan ngelanjutin permainan. Tapi kali ini nggak, kita pulang ke rumah masing-masing.
Dan di perjalanan pulang, gue benar-benar merasa terpulihkan. Ya, walau masih banyak yang lain yang gue harapkan akan datang.



Gue sadar, ini karena masih maba, jadwal masih kosong-kosong, santai, belum ada badan, dan liburan masih sebulan, jadi kita masih bisa ngumpul selama dan setenang ini. Gue yakin, kedepan nantinya akan sangat sulit untuk seperti ini lagi. Dan memang masanya sudah harus berakhir...
Semoga Nada siap untuk membiasakan diri. Seharusnya siap.
.
.
.
Dan seharusnya lebih bersyukur, karena masih bisa diberi kebahagiaan, teman-teman yang masih ada. Tidak seperti mereka yang di Aceh sana, yang masih diberi Allah kesempatan untuk ada di dunia lebih lama dari yang lainnya, telah kehilangan  teman bahkan orangtua mereka.
Be grateful.
12 tahun Tsunami Aceh (26 Desember 2004-26 Desember 2016); Al Fatihah.


 Quote of the day:
You don’t know what you’ve got, until you lost it.
 




Komentar