Terhapus?



Skenario:
Sepasang selebriti yang telah menjalin hubungan selama lebih dari dua tahun, pada akhirnya berpisah karena suatu hal yang mungkin saya sendiri tidak tahu apa jelasnya, hanya menerka-nerka saja apa yang terlihat di depan mata. Beberapa bulan kemudian, sang perempuan sudah menjalin hubungan baru dan tak lama kemudian menikah dengan pasangan barunya. Namun, setelah saya amati, hingga beberapa bulan foto-foto di instagram sang lelaki masih tidak berubah. Tidak satupun yang dihapus, masih lengkap dengan caption manisnya. Mungkin, masih terasa sulit ya untuknya menghapus segala kenangan yang berlalu sejak lama dan berakhir sebegitu cepatnya?

Akhirnya, saya mencoba menggambarkan perasaannya dengan tulisan sok tahu saya ini. Mungkin benar, mungkin juga salah. Ini pertama kalinya saya menulis dari sudut pandang laki-laki. Semoga menghibur.

// Ditulis 18 Maret, 2016.
 
Banyak yang bertanya, mengapa instagramku masih penuh dengan fotomu, lengkap dengan caption dan komentarmu yang masih tertera disana.

Mungkin karena, kau tahu, melupakanmu ternyata sesulit itu. Semakin aku mencoba menghapusmu, semakin kuat pula keberadaanmu di ingatanku.

Ry, dua tahun mungkin tidak terlalu lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar. Setiap ada saja yang menyarankan untuk menghapus foto-foto itu, aku juga ingin melakukannya. Perlahan aku mencoba.

Tapi... ternyata banyak sekali, ya? Kita terlalu bahagia menikmati semuanya, sampai tak sadar begitu banyak kenangan yang telah kita ukir.

Aku benci pada memori yang selalu muncul setiap aku membuka foto kita untuk menghapusnya. Selalu berhasil membuatku tersenyum lagi, dan lagi. Sekaligus berhasil membuatku rapuh kembali.
Karena secepat itu kita harus berpisah. Secepat itu pula, kamu menghapus kenangan kita dari akun sosial mediamu. Secepat itu, kamu menemukan penggantiku.

Kita berpisah karena satu alasan klise, perbedaan prinsip. Hal itulah yang membuat orangtua kita enggan memberikan restunya. Kamu taat dengan Tuhanmu, aku pun taat dengan Tuhanku.
Ry, lidahku kelu setiap menyebut nama aslimu, karena bukan itu yang biasa ku lakukan, bujekku.

Deleting all photos.

Selamat berbahagia, Ry. Semoga aku juga segera menemukan kebahagiaan baruku.

Komentar