Maaf.

Maaf, aku memutuskan untuk berhenti.
Berhenti mengagumi, berhenti peduli.

Mungkin permohonan maafku tak berarti,
karena tanpa ku minta pun sepertinya kamu tak peduli
aku berhenti.

Maafkan kebodohanku,
yang meyakini jawaban mimpi itu untukku,
yang meyakini perubahan sikapmu mengarah padaku.

Hingga khayalku melewati porsi
Berpegang erat dengan mimpi
Lagi, dan lagi tanpa henti

Anganku melayang hingga lupa diri
Terlena oleh kebahagiaan semu
Melupakan kenyataan yang mungkin terjadi

Kemudian dunia menunjukkan tajinya
Menamparku begitu kerasnya
Menyadarkan untuk kembali ke dunia nyata

Bahwa mimpi itu, bukan untukku
Bahwa kamu, tidak memilihku
Bahwa semua ini, nyatanya semu





ditulis 18 Juni 2016

Komentar