Dari sekian banyak ruangan di rumah memori, ada satu ruangan yang mulai terbentuk dan selalu terisi sudah lima tahun lamanya. Ruangan yang tak pernah diduga dapat terbentuk. Sebagian besar isinya adalah tawa. Sepertinya tidak pernah ada pertengkaran, apalagi konflik untuk waktu yang lama. Lepas tiga tahun berlalu, diperkirakan ruang itu akan berhenti terisi, karena jarak dan waktu yang mulai mengosongkan isinya.
Nyatanya.. tidak sebegitunya. Ruang itu masih terisi, dengan isi yang semakin beragam. Berbagai tantangan hidup yang semakin berbeda justru semakin melengkapi isinya. Tawa dan aura kekuatan semakin menggema, mengalahkan berbagai keluh kesah--yang akhirnya dapat ditertawakan juga. Kedua pemilik ruangannya sudah beranjak dewasa. Tak lagi membicarakan tugas sekolah, dinamika kelas, ataupun serial Running Man. Ruangannya sudah dipenuhi dengan berbagai impian yang membumbung tinggi, selalu ditopang oleh dukungan dari kedua pemiliknya.
Setahun belakangan, ruangannya semakin hangat, semakin indah didekorasi, harum mewangi, dan semakin kokoh, diinisiasi oleh salah satu pemiliknya. Pemilik utama, tidak menyangka ruangannya akan jadi seindah ini. Mereka tidak menampik, ruangan ini menjadi sangat nyaman. Berharap, ruangan ini bisa terus ditinggali bersama.
Dua kepala, isinya tak mungkin persis sama. Terdapat kekhawatiran dari salah satu pemiliknya. Pikirnya, apakah mungkin ruangan ini akan tetap bertahan seindah ini? Pun bila tidak bisa seindah ini, bolehkah ruangan ini tetap ada, meskipun masing-masing pemiliknya memiliki ruangan lainnya yang harus mereka dekorasi? Harapnya boleh, karena ruangan ini juga berperan besar dalam menguatkan hidupnya. Apabila tidak, sanggupkah Ia meninggalkan keindahan, kehangatan, dan aura kekuatan dari ruangan ini? Atau buruknya, sanggupkah Ia menjadi seseorang yang tetap bertahan disini meskipun pemilik lainnya memilih meninggalkan ruangan ini? Karena berbagai kemungkinan dapat terjadi, serta ada masa lalu yang masih menghantui.. Meskipun jawaban dari pemilik lainnya; tidak mungkin akan berbalik membuka ruangan yang telah lama dan ditinggalkan dalam keadaan berantakan-- kekhawatiran itu masih tetap tinggal..
Kemudian segala kekhawatiran itu terjawab perlahan, dimulai dengan meredupnya cahaya, mendinginnya suasana, dan tak lagi ada aktivitas di ruang itu… Tanya mengapa, katanya tak apa. Namun selanjutnya, bermunculan pula bukti ruangan lama yang dibangun kembali, ruangan yang selama ini ditakutkan…
Tetapi mengapa… mengapa harus pergi tanpa permisi? Mengapa banyak janji yang tak terlaksana? Mengapa banyak pertanyaan yang tak terjawab?
Sungguh, Ia tak berharap ruangan ini bisa kembali seindah kala itu. Ia hanya berharap setidaknya, ruangan ini bisa senyaman dan memiliki aura yang menguatkan seperti periode tiga tahun silam. Meskipun Ia sadar penuh, hal itu takkan pernah terwujud lagi. Karena si pemilik lain sudah dilarang untuk kembali berkunjung, atau bahkan sudah dibuat lupa akan adanya ruangan ini.
Mimpi semalam adalah mimpi ke sekian kalinya akan si pemilik lain dan pasangannya. Ia pikir, patah hati kali ini takkan seberat episode patah hati sebelumnya.. Ternyata rasa perihnya masih sama. Barangkali mereka bertiga akan bertemu lagi di pertengahan tahun ini dalam sebuah acara yang bahagia. Mohon doanya, semoga Ia selalu diberikan kekuatan.
Dibalik segala kesedihan, Ia yakin betul peristiwa ini adalah sebaik-baiknya skenario. Ia yakin, apabila tetap berlanjut, ruangan ini bisa menjadi lebih buruk dari yang dibayangkan. Ia juga yakin, suatu saat nanti akan terbangun ruangan yang jauh lebih indah dan lebih luas dari ruangan ini. Tetapi hari-hari menuju kesana, tetap harus dilewati, dengan berbagai pahit dan manisnya. Semoga Allah memberkahi jalannya..
Komentar
Posting Komentar