Masih terkait hal yang sama. :)

Hello.
Duh, sebenarnya malu dan malas membicarakan hal ini lagi. Capek. Bosan. 
Namun, bagaimanapun saya menolak, menyibukkan diri, dan merasa sudah baik-baik saja, mimpi-mimpi itu selalu datang kembali. Mimpi-mimpi yang menakutkan, selalu merasa menjadi pihak yang kalah. Padahal, ketika lagi waras dan ditunjukkan berbagai fakta, saya bisa jadi orang paling bersyukur di dunia karena sudah dijauhkan dari mereka. 


Huft.. Saya ingin merasa hendaya, bisa punya kebahagiaan yang mampu membuat saya lupa akan derita ini. Most of the time saya lupa dan bahagia kok, apalagi kalau lagi haha-hihi sama FKUY dan Dwar. Tapi kalau mimpi-mimpi ini datang, energi saya bisa mendadak terkuras habis. Well, periodenya biasanya berlangsung selama 2 tahun sih, dan ini belum genap 2 tahun. Mungkin memang saya harus lebih bersabar dan bertahan sebentar lagi. Semoga.


Dugaan pertemuan kami di suatu momen yang saya perkirakan terjadi di pertengahan tahun ini belum terjadi, diundur karena COVID-19. Saya ngga tau harus bersikap apa nanti kalau pada akhirnya harus bertemu. 


Memang saya harus selalu mengingatkan diri sendiri untuk menjadi kuat. Seperti, ketika pertemuan di tanggal 3 Agustus. Saya tahu, akan ada banyak momen yang mengingatkan tentang adanya mereka. Dan memang benar, bahkan saya harus menyaksikan bagaimana proses pertemuan mereka kembali, sekaligus menghilangkan fakta bahwa ada saya yang harus ditinggalkan dibaliknya. Rasanya memang tidak nyaman, meskipun lucu juga pahit getir mendengar berbagai omongan manis yang dilontarkan. Seru kan, mendengar kebohongan yang kita sudah ketahui faktanya. Menyaksikan bagaimana seseorang menjilat ludahnya sendiri. Tapi di saat itu, menjadi kuat adalah satu-satunya pilihan bagi saya. Menangis pun tidak mungkin, karena memang anaknya sangat sulit menangis. Jadilah saya ikut menyaksikan ceritanya bahkan memberi solusi ketika orangnya bertanya. Sungguh sangat objektif, hahaha bangga dengan diri sendiri.


Hal yang membuat saya semakin kuat lagi adalah ketika teman-teman yang tahu cerita sebenarnya, memastikan lagi ke saya, apakah berbagai pertanyaan saya sudah terjawab. Ya jelas tidak, karena cerita tentang saya pasti diskip! Tidak mungkin juga sih untuk diceritakan.. Lalu mereka tiba-tiba bilang, kenapa saya bisa kuat sekali dalam mendengarnya, benar-benar bertatap muka dan mendengar cerita yang pernah dan sedang menyakiti saya. Apalagi pas Nina bilang, "aku seneng bgt deh how u handled ur feelings tadi.. itu menunjukkan kamu sudah dewasa banget sabar banget deh nad :') please remember you are worth it and you'll meet a better person." itu rasanya seketika ces... kayak menemukan oasis di tengah gurun pasir. Terharu bgt.. untung bacanya pas sudah di rumah!


Seiring dengan berjalannya waktu, saya juga cerita ke FKUY dan merasa sangat terobati dan terbangun oleh pendapat mereka, as they're always did <333.
Jujur, saya sangat terharu. Speechless, I feel blessed. Terimakasih ya teman-teman, sudah sangat begitu baik. Kekuatan saya menjadi semakin terbangun, sekaligus afirmasi ke diri saya kalau hei, selamat kamu berhasil menjadi kuat!


Hingga saat ini, saya masih terus belajar. Bagaimana menjadi kuat di setiap keadaan, bagaimana menjadi orang yang selalu bersyukur, karena keadaan ini sejatinya adalah yang terbaik untuk saya. Jangan mudah dibutakan oleh kesedihan dan rasa iri. Insya Allah rasa bahagianya akan segera datang. Sabar dulu ya Nad, satu persatu.


Untuk kalian yang membaca ini, (karena link ini terbatas, saya jadi bisa bilang kalau kalian adalah orang-orang yang sangat kuat juga!) semoga selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam menjalani hidup. Terimakasih sudah selalu menjadi pengingat, penguat, dan pembawa kebahagiaan di hidup saya. Semoga, saya juga bisa membawa hal yang sama untuk kalian. I love you guys the most. Terimakasih ya, sudah membaca! <3

Ditulis 23 Mei 2020.
Nd.

Komentar